Home » 2012 » November

Monthly Archives: November 2012

Tahun 2013, BPBD Sulut Butuh Dana Rp. 30 M

MANADO, 29 NIvember 2012 – Guna memaksimalkan kinerja dalam menangani bencana alam, Tahun 2013 mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut),  membutuhkan anggaran sekitar Rp.30 miliar.

“Dana itu gunanya untuk sejumlah program kegiatan, diantaranya program pencegahan dini dan penanggulangan bencana, tanggap darurat, pemulihan daerah bencana, penguatan kapasitas penanggulangan bencana, serta administrasi pendukung,” ujar Kepala BPBD Sulut, Hoyke Makarawung.

Kata dia, pengusulan anggaran tersebut sudah dilakukan ke pemerintah pusat maupun Pemprov Sulut melalui pos anggaran.

“Tapi kami lebih intens lobi ke pemerintah pusat. Sebabm anggaran bencana selama ini, lebih didominasi bantuan pemerintah pusat,” terangnya.

Ia menambahkan, sedangkan untuk usulan pada APBD Sulut 2013, anggaran penanggulangan bencana hanya berkisar Rp. 6 miliar. (ton)

http://www.manadotoday.com/tahun-2013-bpbd-sulut-butuh-dana-rp-30-m/86494.html

Advertisements

BPBD Minahasa Terus Sosialisasikan Siaga Bencana

Tondano – 27 November 2012, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa terus melakukan sosialisasi siaga bencana di beberapa tempat. Hal itu dikatakan oleh Kepala BPBD Minahasa Vecky Kaloh kepada beritamanado.com Senin (26/11) kemarin.

“Bencana memang saat ini tidak terjadi, akan tetapi kewajiban pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk terus melakukan sosialisasi. Maksud dari kegiatan sosialisasi yang telah dan seeding dilakukan yaitu untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang apa yang harus dilakukan jika pada saat yang tidak terduga terjadi bencana,” ungkap Kaloh.

Ditambahkan Kaloh, bahwa pada akhir tahun seperti sekarang ini potensi bencana banjir, angin puting beliung, bisa saja terjadi di tengah-tengah kondisi cuaca ekstrim yang tidak menentu. Selain itu resiko bencana yang setiap saat menghantui masyarakat Minahasa yaitu dampak letusan Gunung Soputan.

“Oleh karena itu tidak ada cara lain untuk meminimalisir dampak setiap bencana alam selain dari kewaspadaan seluruh masyarakat,” tandasnya.(ang)

http://beritamanado.com/minahasa-2/bpbd-minahasa-terus-sosialisasikan-siaga-bencana/142542/

BPBD Tomohon Gelar Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana

Tomohon –22 November 2012,  Pemerintah Kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam serta pembentukan kelurahan siaga bencana sekaligus pelantikan tim gugus tugas siaga bencana kelurahan di Kecamatan Tomohon Selatan, Tomohon Timur dan Tomohon Barat di Aula Home Stay, Rabu 21 November 2012.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ir mengatakan kegiatan ini untuk tersedianya tim relawan dalam format dengan nama Gugasgana (Gugus Tugas Siaga Bencana) dan meningkatnya kesadaran serta kesiagaan dini untuk pengurangan resiko bencana.

“Tujuan digelarnya acara ini untuk mempersiapkan terwujudnya masyarakat siaga bencana yang akan dilaksanakan selama dua hari dengan materi yang diberikan oleh para narasumber yakni kebijakan pemkot dalam penanggulangan bencana, peran kepolisian dan TNI dalam penanggulangan bencana, cuaca ekstrim – peringatan dini dan antisipasinya, penyelenggaraan komando tanggap darurat, siklus penanggulangan bencana dan siaga bencana (kebakaran, gempa, letusan gunung dan longsor).

Sementara itu, SE Ak mengungkapkan kegiatan ini sangat strategis karena menjadikan masyarakat kecamatan dan kelurahan se Kota Tomohon siap untuk mengantisipasi bencana, dimana harus dipersiapkan secara dini dan kemudian secara bertahap menjadi tangguh bencana, karena hal itu relevan dengan visi penanggulangan bencana yakni menuju masyarakat siaga dan tangguh bencana.

“Di Indonesia, Kota Tomohon adalah salah satu kota yang seluruh kecamatan dan kelurahan sudah siaga bencana, apalagi sudah dilengkapi dengan personil gugus tugas siaga bencana yang oleh deputi pencegahan dan kesiapsiagaan BNPB menyatakan bahwa Kota Tomohon di Sulut dapat menjadi contoh bagaimana pemerintahnya sudah bisa menyiagakan masyarakat dalam menghadapi bencana,” terang Eman.

Hadir dalam acara ini, pejabat di jajaran Pemkot Tomohon dengan peserta yakni anggota gugus tugas siaga bencana yang keseluruhannya berjumlah 200 peserta, sebagai narasumber dari unsur TNI Danramil Kota Tomohon Kapten Kavaleri Ahmad Nurdin, unsur BPBD Kota Tomohon serta perwakilan unsur kepolisian. (req)

http://beritamanado.com/tomohon-2/bpbd-tomohon-gelar-sosialisasi-penyebarluasan-informasi-potensi-bencana/141382/

Dinsos Boltim Siap Salurkan 38 Ton Beras Bencana

BOLTIM 10 November 2012  – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Imran Golonda siap salurkan jatah beras bencana.

Imran saat dikonfirmasi, Sabtu (10/11) mengatakan dari total 100 ton jatah beras bencana uang diberikan kemeterian sosial masih tersisa 38 ton. Dia menjelaskan penyaluran beras tersebut berbeda dengan penyaluran beras miskin.

“Kalau raskin hanya untuk warga miskin. Kalau beras bencana disalurkan kepada korban bencana seperti longsor, banjr, kebakaran atau bencana lainnya,” jelas Imran, Sabtu (10/11).

http://manado.tribunnews.com/2012/11/10/dinsos-boltim-siap-salurkan-38-ton-beras-bencana

PMI cabang Bitung Salurkan Bantuan Bencana

Bitung, 9 November, 2012 – Palang Merah Indonesia cabang Bitung yang diketuai Dra. Ny. Khouni Lomban Rawung,MSi menyalurkan bantuan bencana.

Keluarga korban bencana banjir Nandra Basyarawan, Lawarakah Modeong, Amin Sanang,  Mona Salindeho dan Hingide Sangelorang masing-masing warga Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir, Kelurahan Kakenturan II dan Kelurahan Pateten III menerima bantuan yang diserahkan Ketua PMI cabang Bitung Khouni Lomban Rawung.

Bantuan yang diserahkan berupa beras, sabun mandi, sabun cuci, handuk, sampho, loyang serta kelengkapan sekolah bagi anak–anak korban bencana. “Kami berharap pemberian bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan semoga dengan bantuan ini juga dapat meringankan beban keluarga yang mengalami musibah,” tandas Rawung.(her)

by Herry Lengkong http://idmanado.com/pmi-cabang-bitung-salurkan-bantuan-bencana/

15 Kecamatan di Kepulauan SANGIHE Rawan BENCANA

Sangihe – 9 November 2012, –Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dipetakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat ke dalam kawasan rawan bencana banjir dan longsor.

“Bencana banjir dan longsor selalu terjadi apabila tren hujan mulai lebat dengan durasi yang cukup lama. Di waktu bersamaan pasti akan ada desa di beberapa kecamatan yang mengalami bencana banjir dan longsor,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe Reintje Tamboto di Manado, kutip Antara Jumat (9/11).

Dia mengatakan kondisi permukiman penduduk menjadi rawan banjir dan longsor karena berada di bawah bukit atau lereng dengan karakteristik tanah yang labil.

Menurutnya, sebagian permukiman lain berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) serta tepi pantai yang kontur tanahnya sama tinggi dengan laut.

Dia menuturkan beberapa hari lalu ada petugas yang akan membawa logistik ke daerah kampung Laine dan Lapango yang mengalami banjir dan longsor Juli lalu, tetapi tidak bisa melanjutkan perjalanan karena dihadang banjir.

Karena itu, kata Reintje, jajaran pemerintah kabupaten dan BPBD telah melakukan sosialisasi kepada warga di semua kecamatan yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Ada imbauan dari pemerintah daerah agar mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih aman apabila terjadi hujan lebat dan berlangsung cukup lama,” ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini hujan turun di Sangihe dengan intensitas sedang.

“Kami sangat mengharapkan warga bersikap waspada. Kalau hujan deras dan ada tanda-tanda retakan tanah, segeralah mengungsi. Begitupun ketika permukaan air sungai mulai naik, itu tanda awas akan terjadi banjir,” harapnya.

Akhir Juli tahun ini, banjir dan longsor terjadi di Kecamatan Tamako dan Tabukan Selatan dan mengisolasi sejumlah desa permukiman warga.

Banjir dan longsor menghancurkan puluhan rumah, dan menggenangi seratusan rumah lainnya, merobohkan sekolah dan perkantoran, jembatan serta fasilitas umum lainnya dan merenggut satu nyawa warga.(ant/iaa)

http://www.bisnis-kti.com/index.php/2012/11/15-kecamatan-di-kepulauan-sangihe-rawan-bencana/

Empat Kecamatan di Bolmong Rawan Banjir

BOLMONG – 6 N0vember 2012  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Djouhardi Damapolii minta warga waspada terhadap kemungkinan bencana alam akibat perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir ini. Dia mengatakan ada beberapa titik rawan banjir dan longsor di Bolmong.

“Banjir pernah terjadi di Kecamatan Poigar, Bolaang, Lolak dan Dumoga. Dengan intensitas dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini, kami imbau warga tetap waspada menghadapi segala kemungkinan,” ujar Djouhardi, Selasa (6/11/2012).

Dikatakan, warga diminta untuk tetap tenang menghadapi segala kemungkinan tersebut. Warga bisa menghubungi pihaknya bila terjadi bencana. “Biasanya jalur komunikasinya dari sangadi ke kecamatan kemudian kepada kami. Namun bila bisa dipersingkat, dari warga langsung kepada kami, itu lebih bagus,” kata dia menambahkan.

Djuhardi mengatakan, sejauh ini belum ada laporan terjadinya banjir. Namun hal tersebut bukan berarti melonggarkan kewaspadaan. Apalagi, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat pada siang, sore dan malam hari dari tanggal 5 sampai 11 November.

“Tak ada seorang pun yang menginginkan bencana terjadi. Namun, kewasapadaan tetap harus ada. Termasuk juga persiapan tanggap daruratnya,” ujar Djuhardi.

Banjir kerap terjadi di beberapa daerah Bolmong. Banjir terakhir menerjang daerah Dumoga pada akhir Agustus lalu. Ratusan rumah dan ratusan hektar sawah yang sebagian sudah siap panen di tiga kecamatan di wilayah Dumoga terendam luapan air dari Sungai Ongkag tersebut.

Bahkan, seorang warga Siniyung, Kecamatan Dumoga, meninggal dunia setelah sempat terseret arus sungai tersebut. Beberapa warga yang rumahnya terendam banjir pun sempat mengungsi ke sanak saudaranya.

Aktivis Linggkungan Hidup Bolaang Mongondow (Bolmong) Erwin Makalunsenge mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa daerah tersebut bukan hanya intensitas dan curah hujan yang tinggi. Kerusakan hutan juga turut mempengaruhi adanya banjir tersebut.

“Beberapa kasus banjir di Dumoga Raya dan Poigar disebabkan oleh pengikisan hutan. Begitu pula bencana lain di wilayah Kecamatan Lolayan. Pemerintah harus tanggap dan melakukan antisipasi terhadap hal seperti ini,” kata Erwin, belum lama ini.

http://manado.tribunnews.com/2012/11/06/empat-kecamatan-di-bolmong-rawan-banjir