Home » 2012 » December

Monthly Archives: December 2012

Dana Bencana – Bolsel Kecipratan 11.2 M

Bolaang Mongondow Selatan 19 Desember 2012, BPBD Kabupaten Bolaang MOngondow Selatan (Bolsel) kembali menuai keberhasilan. Bupati Bolsel Herson Mayulu bersama Kepala BPBD Maspan Pua berhasil menyakinkan pemerintah pusat untuk mengucurkan dana bencana alam sebesar Rp 11.2 miliar di 2013 nanti.

Mayulu dengan lobi-lobinya meyakinkan pemerintah pusat, dengan argumentasi Bolsel daerah yang sangat rentan bencana alam.

sebagaimana diketahui, di tahun 20-12 ini, Bolsel belum pernah mendapatkan dana bantuan bernilai besar. älhamdulilah, perjuangan untuk melobi dana di pusat tidak sia sia. Ini untuk masyarakat Bolsel, ujar Mayulu. Bantuan ini merupakan Dana Rehab Rekonstruksi (DRR), dan tinggal menunggu MoU dengan pemerintah PUsat, “setelah itu, dananya akan ditransfer ke rekening daerah untuk digunakan dalam waktu dekat” sambung Mayulu.

Manado Post, Dana Bencana, Kecipratan 11.2 M, Hal 21

Meletus Lagi, Lokon Semburkan Abu Setinggi 3.500 Meter

Tomohon, 11 Desember 2012 – Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, kembali meletus, Selasa 11 Desember 2012. Siang ini, Gunung Lokon menyeburkan abu dengan ketinggian 3.500 meter dari Kawah Tompaluan.

“Dentumannya terdengar keras, hingga Pos Pemantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) di Kota Tomohon yang berjarak kurang lebih 6 kilometer,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Hoyke Makarawung, kepada VIVAnews.

Saat terjadi letusan, abu yang disemburkan menyebar ke arah selatan KotaTomohon. Sebab, saat itu, angin berhembus agak kencang ke arah selatan Tomohon. Hingga kini, Gunung Lokon masih berstatus siaga atau level III. “Status siaga alias level III gunung lokon belum dicabut,” ujar Hoyke.

Masyarakat diminta tidak mendekati zona larangan yang ditetapkan, yakni dalam radius 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan. “Warga juga belum ada yang diungsikan, aktivitas warga di Kota Tomohon berjalan lancar,” ucap Hoyke. (umi)

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/374044-meletus-lagi–lokon-semburkan-abu-setinggi-3-500-meter

Miris, Warga Tombolikat Selatan “Terbiasa” Dengan Banjir

Boltim, 7 December 2012  – Curah hujan yang semakin meningkat jelang akhir tahun menyebabkan banjir di berbagai daerah. Salah satunya Desa Tombolikat Selatan (Tomsel), Kecataman Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Saat hujan deras, desa ini hampir tidak pernah luput dari terjangan banjir seperti yang terjadi saat sekarang ini, dimana warga harus rela melakukan aktivitas rumahan diatas genangan air.

“Desa ini selalu jadi langganan banjir kalau hujan deras,” ujar Tresna Mokoagow, warga desa Tombolikat Selatan, kepada PilarSulut.com, Jumat 7/12/2012.

Banjir tersebut datang dari salah satu gunung yang berada tidak jauh dari desa, yakni Gunung Cingkeh.

Akibatnya, warga harus was-was dengan kondisi tersebut. “Kadang kami tidak bisa tidur dari malam hingga pagi karena gelisah, rumah kami yang terbuat dari kayu sering bergerak apabila genangan air semakin meninggi. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Tresna menambahkan.

Kendati demikian, warga mengakui bahwa situasi saat ini jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. “Karena saluran didepan rumah kami sudah diperlebar oleh pihak pemerintah Boltim, kami ucapakan terima kasih,” ujar warga.

http://www.pilarsulut.com/view/1005/Totabuan/Miris-Warga-Tombolikat-Selatan-Terbiasa-Dengan-Banjir-

Kepala Bappeda Kotamobagu Sorot Jeleknya Sistim Drainase

Kotamobagu 7 desember 2012 – Musim penghujan yang melanda sebagian besar wilayah Bolmong raya, wajib diwaspadai oleh masyarakat, terutama terhadap ancaman banjir.

 Ancaman banjir itu sendiri, antara lain disebabkan oleh sistim drainase yang tidak baik. Dan hal itu diakui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah(Bappeda) Kotamobagu Ir. Ahmad Zulfi Mokodompit.

Khusus di Kota Kotamobagu, menurutnya, terdapat sekira 33 Desa dan Kelurahan yang sistim drainasenya jelek.

“Di antara ke-33 Desa/Kelurahan itu, ada tiga Kelurahan yang paling jelek, yakni Kelurahan Kotamobagu, Mogolaing dan Gogagoman,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan baru-baru ini(Win).

http://idmanado.com/kepala-bappeda-kotamobagu-sorot-jeleknya-sistim-drainase/

Angin kencang rusak rumah dan perahu di Sangihe

Sangihe – 5 Desember 2012 – Tujuh rumah, 11 perahu pumboat dan tujuh perahu dayung di Pulau Kawio dan Kemboleng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, hancur total setelah dihantam angin kencang dan air pasang pada Senin (3/12).

“Jumlah kerugian sementara kami hitung. Dua pulau ini berbatasan dekat dengan negara tetangga Filipina,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Reintje Tamboto, di Manado, Rabu.

Dia mengatakan, jarak yang cukup jauh dengan ibu kota kabupaten, dan hanya bisa dijangkau dengan perahu cepat, serta komunikasi yang sulit menyebabkan informasi mengenai bencana ini terlambat.

“Pemerintah daerah telah memberikan bantuan berupa terpal, matras, perlengkapan dapur serta makanan siap saji untuk membantu warga,” kata Tamboto.
(ANT-305/M031)

http://www.antaranews.com/berita/347088/angin-kencang-rusak-rumah-dan-perahu-di-sangihe

BPBD Sulut Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana

RATAHAN 5 Desember 2012, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, menggelar kegiatan sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat kepada pejabat dan staf BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Kegiatan yang digelar di Aula Restoran Green Garden, Rabu (5/12) itu, diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Mitra serta sejumlah instansi terkait. Bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan sosialisasi itu, Sekretaris BPBD Provinsi Sulut, Ronny Sambuaga MSi. Dalam pemaparannya, Sambuaga menjelaskan prosedur dan strategi pengurangan resiko bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana BPBD Mitra, Erick Manaronsong, ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan mengatakan, kegiatan tersebut adalah program pemerintah provinsi yang dilaksanakan di kabupaten kota di Sulut. Tujuannya tentu untuk penyamaan persepsi tentang penanggulangan bencana. “Kegiatan ini sangat positif dalam rangka penyamaan persepsi, sehingga ketika terjadi bencana, dampak yang timbul, terminimalisir,” ujarnya.

http://manado.tribunnews.com/2012/12/05/bpbd-sulut-sosialisasi-pengurangan-resiko-bencana