Home » 2013 » January

Monthly Archives: January 2013

Warga Kena Bencana, Tagana Protes Bantuan Pemprov Sulut ke Posko Partai

Minahasa, 29 Januari 2013 – Bencana banjir dan longsor yang terjadi dibeberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian semua pihak termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana).
 
Tagana yang sudah eksis beberapa tahun ini, dan merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat, terutama generasi muda, rupanya uring-uringan melihat bantuan pemerintah, yakni Dinas Sosial Provinsi yang terlihat salah sasaran. Pasalnya, bantuan itu bukan lewat posko bantuan independen ataupun milik pemerintah, melainkan masuk ke posko partai politik.
 
Pelak saja, anak muda Tagana yang super idialis menolak adanya dualisme bantuan itu, dan terkesan merupakan bantuan partai politik semata.
“Bagaimana bantuan pemerintah lantas masuk ke Posko PDIP seperti yang terjadi di Kecamatan Tombariri. Ini kan lucu, dan kami tidak mau melakukan hal-hal yang berhubungan dengan suatu partai. Jangan ada dompleng partai, dan kami di Tagana murni untuk membantu warga tanpa pamriah, karena persoalan bencana adalah tanggungjawab kemanusiaan, dan tidak dihubungkan dengan partai ataupun pencitraan,” tukas Joegues Manangka dan beberapa anggota Tagana di Tombariri sembari menolak bantuan itu masuk ke posko PDIP di tempat tersebut.
“Kami dari Tagana Sulut tidak mengetahui dengan tindakan yang salah ini. Masa bantuan pemerintah masuk ke posko partai untuk kemudian disalurkan ke masyarakat? Ini kan tidak benar,” sorot salah seorang anggota Tagana Sulut yang enggan namanya dipublikasi.
 
Sebelum meruncing persoalan tersebut, Ketua KSB (Kampung Siaga Bencana) Kecamatan Tombariri, Elvis Runtu langsung menetralisir situasi dan meminta anak-anak Tagana untuk tetap bekerja demi kemanusiaan untuk membantu warga yang tertimpa bencana longsor dan banjir.
 Sementara itu pimpinan Partai PDIP maupun Dinas Sosial Provinsi belum bisa dikonfirmasi mengenai bantuan yang menjadi sorotan Tagana itu. 

 
Informasi lainnya bencana di Kecamatan Tombari itu, yakni di  Sarani terdata bencana banjir- longsor yang melanda pemukiman warga, wilayah Ranowangko banjir- Longsor, Tambala dan Borgo Banjir. Malah banjir yang terjadi dengan kedalaman air 1-2 meter dari permukaan tanah.(csn**)

Kerugian bencana Sulut sedang dihitung

Manado—bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sulut terkait dengan kerusakan infrastruktur kini tengah diindentifikasi Pemprov Sulut. Hal ini ditegaskan Wagub Sulut Djauhari Kansil, Senin (28/1/2013) siang tadi di sela-sela ibadah syukuranan hari persatuan remaja GMIM di Lapangan Sario.

“Penanganan korban bencana telah dilakukan dengan mendistribusikan bantuan hingga makanan siap saji serta tenda bagi pengungsi,” terang Kansil yang didampingi Wawali Manado, Harley Mangindaan, kepada swaramanado.online.

Sementara untuk kerugian materi sedang dihitung. “Jembatan, jalan yang rusak serta semua infrastruktur yang rusak tentunya akan diperbaiki secepatnya. Tim sudah turun untuk menyelesaikan persoalan itu dimana wilayah kabupaten dan kota termasuk yang ada di kota manado,”tandas Wagub.(ton)

‘Warga Tetap Waspada Bencana’

Kotamobagu– Mengantisipasi curah di musim penghujan yang meningkat drastis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Kotamobagu melalui Kepala Badan Ir Enna Mokoginta menghimbau warga untuk waspada.

“Kami telah memasang papan – papan peringatan di dekat area rawan bencana, seperti di lokasi longsor Mongkonai dan di daerah-daerah aliran sungai (DAS)” tuturnya.

Menurutnya pula, bahwa hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, agar tidak lengah.

“Belajar dari kejadian longsor yang terjadi belum lama ini di Mongkonai, masyarakat Kotamobagu harus waspada terlebih yang tinggal di dekat daerah aliran sungai dan di area tebing,” pungkasnya.(zmi)

Normalisasi Sungai Action 2013

Kotamobagu – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Kotamobagu, Ir.Enna Mokoginta mengatakan pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk proyek normalisasi sungai.

“Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat, untuk proyek normalisasi sungai, guna mengatasi air sungai yang meluap di musim hujan, dan proyek tersebut merupakan proyek lanjutan dari tahun 2011” tukasnya.

Selain itu pula, dirinya mengungkapkan bahwa pembuatan penyangga tebing di wilayah rawan longsor, sedang menjadi target utama dari badan yang dikomando-nya ini.

“Sudah ada rencana untuk melayangkan proposal ke Pemerintah Pusat, terkait pembuatan penyangga tebing untuk tahun 2013 ini” pungkas Enna.(zmi)

Jalur Amurang-Kotamobagu-Doloduo Terputus di Mongkonae

KOTAMOBAGU  – Jalur Amurang, Kotamobagu dan Doloduo (AKD) terputus total hampir selama enam jam di Mongkonae, tepatnya di Kilometer Lima dari Kotamobagu, Jumat (4/1/2013). Longsoran tanah dari tebing yang berada di sisi jalan menutup seluruh badan jalan.

Akibat longsoran, kendaraan dari dua arah tertahan di jalur utama dari arah Manado ke Kotamobagu tersebut. Bahkan kendaraan dari arah Manado mengantre hampir sepanjang dua kilometer.

Lalang, kernet truk yang membawa minyak kelapa, mengatakan, longsoran tersebut terjadi di atas pukul 3.00 wita dini hari. “Pas sampai sini sekitar pukul 3.00 wita, tanah masih bergetar. Tapi tumpukan tanah memang sudah menutupi jalan,” ujar Lalang.

Tak banyak yang bisa dilakukan Lalang selain menunggu. Beberapa warga mulai berdatangan pagi hari dan mencoba membersihkan jalur. Sekitar pukul 9.00 wita jalan tersebut mulai terbuka meskipun hanya satu jalur. Kendaraan berat eskavator untuk membersihkan longsoran baru datang tak lama kemudian.(suk)