Home » 2013 » February

Monthly Archives: February 2013

Peta Terdampak Banjir Manado 21 February 2013

Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id/2013/02/21/peta-terdampak-banjir-manado-21-februari-2013/

17 Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sulawesi Utara

Banjir dan longsor yang terjadi pada Minggu (17/2) telah menyebabkan 17 orang meninggal di Sulawesi Utara, dimana 16 orang meninggal karena longsor dan 1 orang karena hanyut saat banjir. Dari korban tersebut 8 orang di Kota Manado, 6 orang di Minahasa, dan 3 orang di Sitaro. Total kerusakan rumah 4.220 unit dimana 3.579 rumah rusak ringan dan 641 rumah rusak berat.

Pencarian korban terus dilakukan. Identitas korban adalah:
1. Leydi Oroh (30 th, P) Kec. Winangun I/Citra Land
2. Rafda Oroh (18 th, P) Kec. Winangun I/Citra Land
3. Tommy Maripi  (25 th, L) Kec. Winangun I/Citra Land
4. Frangky Palit (30 th, L) Kec. Winangun I/Citra Land
5. Elizabeth Kawilarang (31 th, P) Kec. Winangun I/Citra Land
6. Giok Lee (3 th, P) Kec. Winangun I/Citra Land
7. Meggy Riska Ruru (32 th P) Kec. Tingkulu
8 Gracia C Gosal (3 th, P) Kec. Tingkulu
9 Stefani Ribka Gosal (10 th, P) Kec. Tingkulu
10. Charles Taroreh (28 th, L) Kec. Tingkulu
11. Jumain Pulumudoyo (11 th, L) Paal IV
12. Ridel Lintongan (5 th, L) Singkil
13. Budi Astanto (40 th, L) Paal II/Lingkungan IX
14. Jonathan Lioko (10 th, L) Tingkulu
15. Max Dani Lomboni (31 th, L) Desa Lia 1 Kec. Siau Timur, Kab. Sitaro
16. Sami Maya Lomboni (25 th, P) Desa Lia 1 Kec. Siau Timur, Kab. Sitaro
17. Chika Lazarus (5 th, P) Desa Lia 1 Kec. Siau Timur, Kab. Sitaro

Sampai saat ini BNPB, BPBD Kota Manado, BPBD Provinsi Sulut, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, relawan, dan dinas terkait masih melakukan upaya tanggap darurat. Terkait dengan beredarnya  jumlah korban meninggal yang bermacam-macam dari berbagai instansi, Kepala BNPB telah memerintahkan kepada Kepala BPBD Sulut agar melakukan rapat koordinasi sehingga data korban satu pintu yaitu dari BPBD sesuai peraturan yang mengaturnya. Hal ini berpengaruh terhadap santunan, psikologis masyarakat dan lainnya.

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Sumber: http://www.bnpb.go.id/news/read/1278/17-tewas-akibat-banjir-dan-longsor-di-sulawesi-utara

 

14 Meninggal Akibat Longsor dan Banjir di Kota Manado

Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (17/2) terus bertambah menjadi 14 orang, dimana 13 orang meninggal akibat longsor dan 1 orang hanyut.  Jumlah pengungsi sebanyak 1.500 orang. 14 korban meningggal yang ditemukan di:
-Kelurahan Tingkulu = 4 orang
-Kel Ranomut, Kec Paal II = 2 orang
-Perum Citra Land = 6 orang
-Kelurahan Paal IV = 2 orang

Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan. Beberapa korban sudah berhasil diidentifikasi, sedangkan yang lain masih dalam proses identifikasi oleh TIM DVI Kepolisian. Beberapa korban longsor yang sudah diidentifikasi berdasarkan ditemukannya di lokasi longsor adalah:

-Kelurahan Pal IV = 1 orang An. Jumair Pulumodajo (10thn)
-Kelurahan Tingkulu Ling V = 1 orang An. Charles Taroeh (28thn)
-Kelurahan Yingkulu Ling VIII = 4 orang An. Ribka Ruru (22thn), Ribka Gosal (9Thn), dan Gracia Gosal  (3thn), Taroreh (28Thn).
-Kelurahan Singkil Ling V = 1 orang An. Ridel Lintongan (5thn)
-Kel. Winangun di Perum Citra Land Eden Briges = 2 orang sudah meninggal (a.n. Mokodaser Oroh dan satunya masih diidentifikasi) dan 1 orang masih terjepit.

Sementara itu, longsor juga terjadi di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara pada Minggu (17/2). Menurut laporan BPBD Sitaro korban meninggal 3 orang. Saat ini masih dilakukan pengecekan namun terkendala jalan putus akibat longsor di Sitaro.

Pananganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, Rapi, SKPD, relawan dan masyarakat. Kodim 1309/Manado, Yonif 712/Wt, Kikavserdam melaksanakan evakuasi di lokasi bencana dan melakukan penyelamatan korban, penyelamatan harta benda dan evakuasi ke tempat pengungsian. Bantuan terus disalurkan bagi masyarakat.

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Sumber: http://www.bnpb.go.id/news/read/1274/14-meninggal-akibat-longsor-dan-banjir-di-kota-manado

Peta Terdampak Banjir Manado 18 February 2013

Sumber: http://geospasial.bnpb.go.id/2013/02/18/peta-terdampak-banjir-manado-18-februari-2013/

Banjir dan Longsor di Kota Manado, 10 Orang Meninggal dan 1200 orang menungsi

Banjir dan longsor melanda Kota Manado sejak pukul 01.00 Wita pada Minggu (17/2) yang menimbulkan korban dan kerugian. Banjir dan longsor terjadi di 7 kecamatan di Kota Manado. Data sementara 10 orang meninggal, dimana 9 orang tertimbun longsor dan 1 orang hanyut. Kemungkinan korban dapat bertambah karena longsor terjadi di beberapa kawasan. Evakuasi korban masih terus dilakukan dan terkendala banjir yang masih menggenangi beberapa wilayah.

Sekitar 1.000 lebih rumah dari 7 kecamatan di Kota Manado telah terendam banjir dengan ketinggian air hingga mencapai 2 meter.  Pengungsi mencapai 1.200 orang. Hingga siang pukul 12.00 Wita, ketinggian air masih tinggi. Walaupun berkurang, debit dan tinggi air saat ini masih di ketinggian 1,8 meter. Tujuh kecamatan yang terendam banjir yaitu Tikala, Paal Dua, Singkil, Tuminting, Wanea, Sario dan Wenang

BPBD Kota Manado, BPBD Provinsi Sulawesi Utara bersama TNI dan Kepolisian, Basarnas, PMI, RAPI dan SKPD lainnya melakukan penanganan darurat banjir dan longsor di Manado. BPBD telah mendirikan posko dan memberikan bantuan matras, perahu karet, tenda, makanan siap saji, selimut, dan sebagianya. Pendataan masih dilakukan. Tim DVI dari Kepolisian sudah berada di lokasi untuk melakukan identifikasi korban.

Informasi lanjut akan dikirimkan. Posko BNPB masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan tim BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan BPBD Kota Manado. Tim Reaksi Cepat BNPB sejak tadi pagi berangkat ke lokasi bencana.

DR. Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Sumber: http://www.bnpb.go.id/news/read/1273/banjir-dan-longsor-di-kota-manado-10-orang-meninggal-dan-1200-orang-mengungsi

Sosialisasi Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi

Ekspedisi ini bertujuan untuk menjelajahi Pulau Sulawesi untuk mengetahui kondisi, potensi dan komunikasi sosial serta pemberdayaan masyarakat. Ekpedisi ini dikoordinir oleh Kopassus TNI AD dan ikuti  oleh 1.450 personil yang melibatkan Tim Pusat 838 orang serta Tim Daerah 612 orang. Sementara itu, lembaga yang mengikuti berasal dari unsur TNI, POLRI, Kementerian/Lembaga terkait, pakar/ahli, pemda seluruh Sulawesi, mahasiswa, pramuka, dan organisasi kemasyarakatan/kepemudaan. Ekspedisi akan dilaksanakan pada 21 Februari sampai dengan 6 Juli 2013 mendatang. Pembukaan dan pembekalan untuk Tim Pusat akan dilakukan di Situ Lembang, Bandung.

Tujuan utama dari ekspedisi adalah sebagai berikut : (1) Eklporasi flora, fauna, dan geologi yang meliputi kondisi, penyebaran, dan identifikasi  jenis flora/fauna yang baru atau  spesies yang langka. Hasil-hasil identifikasi selanjutnya akan didaftarkan dengan nama Indonesia; (2) Identifikasi kondisi alam dan potensi bencana yang ada. Dalam hal ini akan dilakukan pendataan  kerusakan hutan dan potensi bencana; (3) Identifikasi kondisi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pada ekspedisi ini juga akan dibangun 5 jembatan gantung bantuan dari Swiss dan Krakatau Steel. Spesifikasi jembatan adalah lebar jembatan 1.8 m dengan bentang 60 meter, jembatan dibangun di Mamuju, Tator, Sigi, Sangihe dan Gorontalo, jembatan dibangun hanya dalam waktu 4 jam.
Pada hari ini Rabu (13/02), Menko Kesra Agung Laksono membuka acara sosialisasi ekspedisi NKRI 2013 di Balai Prajurit Jenderal M. Yusul Kodam VII Wirabuana, Makassar. Dalam sambutannya Menko Kesra memberi arahan dan juga berpesan agar hasil-hasil ekspedisi tersebut ditindaklanjuti oleh pemda setempat. Ekspedisi ini sudah rutin dilaksanakan oleh Kopassus sejak tahun 1969. Dua tahun lalu, kegiatan ini dilakukan di Sumatra,  2012 di Kalimantan dan 2013 di Sulawesi,  dan pada kesempatan ini  juga disampaikan mengenai rencana ekspedisi 2014 yaitu di Papua.

Kotamobagu Semerawut Usai Hujan Lebat

KOTAMOBAGU –  Baru satu jam diguyur hujan lebat, jalan Ahmad Yani,  Kotamobagu langsung terlihat semerawut dipenuhi batu kerikil dan sampah, Senin (27/8) malam.

Kondisi itu pun menuai keluhan pengguna jalan, tumpahan material tersebut menyulitkan kendaraan lalu lalang

“Tiap hujan keras selalu seperti ini, dari dulu nda ada perbaikan,” ujar Jodi Damopoli, pengendara becak motor (bentor).

Sepeda motor dan Bentor khususnya sulit lewat karena meterial menutupi permukaan jalan, terutama di titik depan SD Katolik, Kantor Kejaksaan, dan Rumah Dinas Walikota.

Bahkan  sejumlah penumpang harus turun dari bentor, karena tak bisa melewati gundukan material.

“Kalau boleh perbaiki itu drainase. Masa begini terus tiap hujan,” ujar Ade, pengendara bentor lainnya.

Air dari drainase pun tumpah ke jalan. Perlahan-lahan, air menggerus jalan membuatnya berlubang. Titik terparah ada di jalan depan lapangan Kotamobagu. (ryo)