Home » 2013 » May

Monthly Archives: May 2013

JICA Teliti Gunung Api Sulut

Manado – 17 pakar gunung berapi Jepang yang tergabung dalam , ikut aktif meneliti keberadaan sejumlah gunung berapi di Sulut. Keberadaan mereka di Sulut, untuk mengikuti seminar aktivitas vulkanik dan penanggulangan bencana gunung berapi yang digelar di Hotel Lion Manado.

“Kegiatan seminar ini diikuti oleh JICA Jepang 17 orang, BNPB 20 orang, tim peneliti Gunung Api Indonesia, Kepolisian, TNI, , Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, NTT, instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan,” ujar Kepala , saat memberikan sambutan.

Hadir pada kesempatan itu Mr Tokunaga Yoshio sebagai JICA Expert on Disaster Management, Dr Surono Kepala PVMBG, Ir Pitoyo Subandrio dari kementrian PU, Ir Medi Herlianto dari Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Forkompinda Sulut dan organisasi masyarakat.(jrp)

Sumber:http://beritamanado.com/more/berita-singkat/jica-teliti-gunung-api-sulut/184223/

 

 

Indonesia-Jepang Gelar Seminar Penanggulangan Bencana

METRO, Manado – Bertempat di Hotel Lion, Manado, Jumat (24/5/2013), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut bekerja sama dengan JICA Project Team menggelar seminar gabungan Indonesia-Jepang dalam peningkatan kapasitas penanggulangan bencana.

Kepala BPBD Sulut, Ir Hoyke Makarawung MSi mengatakan, seminar aktifitas vulkanik dan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana merupakan upaya memperkecil dampak dari kejadian mengingat di propinsi ini cukup rentan karena memiliki 3 gunung api aktif.

Gubernur Sulut, DR Sinyo H Sarundajang dalam sambutannya mengatakan Jepang memiliki teknologi yang lebih maju karena pengalaman di dalam menanggulangi bencana dan patut dicontohi.

Lebih lanjut Sarundajang menekankan, bahwa perlu diadakan pertemuan-pertemuan koordinasi untuk pengurangan resiko bencana, sosialisasi kepada masyarakat serta kerjasama dengan pos-pos pengamatan untuk menghindari isu negatif yang merisaukan beredar.

Japan International Cooperation Agency (JICA) sendiri mengharapkan melalui seminar sehari tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman serta membahas bagaimana upaya mitigasi di Jepang bisa diterapkan di Sulawesi Utara dan Indonesia seperti yang disampaikan Mr Yoshio Tokunaga dari JICA Expert.

Dirangkum harian ini, hadir dalam seminar tersebut, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, DR Surono, dan pakar pencegahan bencana dari Universitas Kyoto, Prof Masato Iguchi.(10)

Sumber : Redaksi Harian METRO

Editor : Lynvia G

Sumber : http://harianmetro.co.id/index.php/pentas-politik/4899-indonesia-jepang-gelar-seminar-penanggulangan-bencana

Indonesia dinilai rentan terhadap letusan gunng berapi

Manado – Indonesia dinilai rentan terhadap bahaya letusan gunung berpai karena terletak di wilayah cicin api sepanjang wilayah timur laut, yang berbatasan langsung dengan beberapa Negara, termasuk Papua Newgini dan Asia Pasifik Jumat (24/05) di Hotel Lion Manado.

“wilayah sulut merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap bencana vulkanik yang di timbulkan oleh gunung berapi, antara lain gunung Lokon yang berada di Tomohon, gunung Soputan di Minsel dan Mitra, serta Karangetan di wilayah Sitaro,” ujar Kepala Badan (Kaban) BPBD Sulut, Ir H Makarawung, MSi. pada Seminar Sehari Gabungan Indonesia – Jepang tentang Aktivitas Vulkanik Dan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Di Provinsi Sulut,  yang di laksanakan oleh JICA dan BPBD Sulut, dalam rangka antisipasi dan peningkatan kinerja dalam menanggulangi bencana yang ada di Sulut.

Hadir pada kesempatan itu Mr. Tokunaga Yoshio sebagai JICA Expert on Disaster Management, Dr. Surono kepala PVMBG, Ir Pitoyo Subandrio, dari kementrian PU, Ir Medi Herlianto dari Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Forkompinda Sulut (diwakili) dan organisasi masyarakat.

Peliput: Adhy | Kota Manado
Sumber: http://www.manadoinside.com/read-2/indonesia-dinilai-rentan-terhadap-letusan-gunung-berapi

Gubernur : Teknologi Jepang Jauh Lebih Unggul dari Indonesia

MANADO – Guna melakukakan penanganan tanggap darurat yang cepat dan tepat terhadap efek bencana alam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sulut Sulut dengan JICA Jepang, melaksanakan seminar sehari.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Dr SH Sarundajang, yang membuka langsung seminar Gabungan Indonesia-Jepang yang dilaksakan di Hotel Lion Manado, Jumat (24/05) menyampaikan Sulut khususnya, harus akui Jepang lebih maju dari sisi teknologi dan pengalaman dalam mengatasi bencana, sehingga perlu di pelajari.

“Kita harus akui bahwa Jepang lebih maju dari sisi teknologi dan pengalamannya dalam menanggulangi bencana, sehingga itu perlu kita pelajari, bahkan ada simulasi – simulasi yang menarik, itu saya lihat sendiri ketika kita ke Tokyo dan Yokohama,” ujar Sarundajang

Di samping itu, Sarundajang juga mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan  dengan letak geografis yang berada pada pertemuan empat lempeng tektonik, sehingga hal ini menempatkan Indonesia dan sebagai salah satu Negara rawan bencana.

“Seminar ini, tentang aktifitas vulkanik Dan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana sangat tepat mengingat di sulut khususnya, secara geografis berada di tepian pasific  dan merupakan salah satu daerah kepulauan di Indonesia yang memiliki beberapa gunung api yang aktif dan terdapat enam patahan aktif sehingga Sulut merupakan daerah yang rawan bencana,” ungkapnya

Seminar di ikuti oleh JICA Jepang 17 orang, BNPB 20 orang, tim peneliti Gunung Api Indonesia, Kepolisian, TNI, BPBD Sulut, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, NTT, instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan.

Editor:Redaksi

Sumber: Gubernur : Teknologi Jepang Jauh Lebih Unggul dari Indonesia

BPBD Libatkan 17 Pakar Gunung Berapi Jepang

Seminar Aktivitas Vulkanik dan Penanggulangan Bencana Gunung Berapi Manado- Sebanyak 17 pakar gunung berapi Jepang yang tergabung dalam JICA, ikut aktif meneliti keberadaan sejumlah gunung berapi di Sulut. Keberadaan mereka di Sulut, untuk mengikuti dalam seminar aktivitas vulkanik dan penanggulangan bencana gunung berapi yang digelar di Hotel Lion Manado, Jumat (24/05).

Gubernur Sulawesi Utara DR SH Sarundajang saat memberikan sambutannya mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan letak gegrafis yang berada pada pertemuan 4 lempeng tektonik, telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara rawan bencana.

“Seminar ini sangat tepat mengingat di Sulawesi Utara secara geografis berada di tepian pasific dan merupakan salah satu daerah kepulauan terbesar yang memiliki beberapa gunung api yang aktif dan terdapat enam patahan aktif sehingga Sulut merupakan daerah yang rawan bencana,”katanya dalam seminar  kerjasama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut dengan JICA Jepang tersebut.

Dikatakan gubernur, sosialisasi tentang bencana sangat dibutuhkan masyarakat untuk memelihara keseimbangan, keserasian dan kelestarian fungsi lingkungan hidup untuk dilaksanakan dengan melihat kompleksitas dan demografi dan pertumbuhan sosial ekonomi Indonesia maka langkah-langkah progresif yang terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dan kota serta pihak swasta dalam rangka meminimalisir dampak apabila terjadi bencana.

Pada kesempatan itu Sarundajang mengharapkan kiranya seminar ini dapat efektif dan mampu dimaksimalkan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kegiatan ini bisa menghasilkan rumusan, konsep, kebijakan dan program kerja yang jelas dengan langkah nyata dalam pencegahan dan penanggulangan bencana agar dapat tercapai secara cepat, tepat, efisien dan efektif. Gubernur didampingi Kepala BPBD Sulut Ir Houke Makarawung saat melihat Peta gunung berapi Kepala BPBD Sulut Ir Houkre Makarawung, mengatakan kegiatan seminar ini diikuti oleh JICA Jepang 17 orang, BNPB 20 orang, tim peneliti Gunung Api Indonesia, Kepolisian, TNI, BPBD Sulut, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, NTT,  instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan.

Hadir pada kesempatan itu Mr Tokunaga Yoshio sebagai JICA Expert on Disaster Management, Dr Surono Kepala PVMBG, Ir Pitoyo Subandrio dari kementrian PU, Ir Medi Herlianto dari Direktur  Kesiapsiagaan BNPB, Forkompinda Sulut dan organisasi masyarakat.(Tim/sulutonline).

Sumber: http://sulutonline.com/berita/2096-bpbd-libatkan-17-pakar-gunung-berapi-jepang.html

Mauluddin Mengikuti Seminar Gabungan Indonesia – Jepang

Humas – Bertempat di hotel Lion Manado Sulawesi Utara 24/5/13, Kakanwil Kemenag Sulut Drs H Syaban Mauluddin MPd mengikuti Seminar Gabungan Indonesia – Jepang, hadir dan membuka Kegiatan ini Gubernur Sulut S.H Sarundajang, dan Forum Komunikasi Antar Pinpinan yang ada di Sulawei Utara.

Seminar ini dilaksanakan selama sehari yang merupakan kerjasama BPBD Prov. Sulut dengan JICA Jepang, peserta teridiri dari JICA Jepang 17 orang, BNPB 20 orang, tim peneliti Gunung Api Indonesia, Kepolisian, TNI, BPBD Sulut, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, NTT, serta instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutanya Sarundajang menyampaikan terima kasih karena telah di laksanakan seminar ini di Sulawesi Utara,  seminar ini sangat penting karena membahas  tentang Aktifitas Vulkanik Dan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana sangat tepat karena Sulawesi Utara secara geografis berada di tepian pasific  dan merupakan salah satu daerah kepulauan di Indonesia yang memiliki beberapa gunung api yang aktif dan terdapat enam patahan aktif sehingga Sulut merupakan daerah yang rawan bencana.

Sehingga seminar ini sangat penting dan di perlukan kerjasama yang baik dengan lembaga terkati dan dengan jepang yang membantu didalam membagi ilmu pengetahuan didalam mengatasi berbagai macam bencana terutama gempa vulkanik akibat dari Gunung Api  yang masih aktif. (hkm)

Sumber: http://sulut.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=129534

BPBD Sulut Bersama JICA Jepang Lakukan Seminar Gabungan

Manado, (Metromanado.com) – Indonesia merupakan Negara yang terletak di wilayah cicin api di sepanjang wilaya timur laut, yang berbatasan langsung dengan beberapa Negara, termasuk Papua Newgini dan Asia Pasifik, ini menjadi dasar sehingga Indonesia sering mengalami bencana termasuk didalamnya letusan gunung berapi.
Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Badan (Kaban) BPBD Sulut, Ir. H. Makarawung, MSi. Pada Seminar Sehari Gabungan Indonesia – Jepang tentang Aktivitas Vulkanik Dan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan Bencana Di Provinsi Sulut, Jumat (24/05) di Hotel Lion Manado. yang di laksanakan oleh JICA dan BPBD Sulut, dalam rangka antisipasi dan peningkatan kinerja dalam menanggulangi bencana yang ada di Sulut.
“Wilaya Sulut merupakan salah satu daerah yang rentan terhadap bencana vulkanik yang di timbulkan oleh gunung berapi, antara lain gunung Lokon yang berada di Tumohon, gunung Soputan di Minsel dan Mitra, serta Karangetan di wilayah Sitaro,” tambah Makarawung saat mengawali Seminar tersebut
Hadir pada kesempatan itu Mr. Tokunaga Yoshio sebagai JICA Expert on Disaster Management, Dr. Surono kepala PVMBG, Ir. Pitoyo Subandrio, dari kementrian PU, Ir. Medi Herlianto dari Dir. Kesiapsiagaan BNPB, Forkompinda Sulut (diwakili) dan organisasi masyarakat. (as)

Sumber: http://metromanado.com/home/sulut/15856