Home » 2013 » June

Monthly Archives: June 2013

Kondisi Geografis Minahasa Tenggara

Secara umum Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan wilayah strategis yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara dan merupakan Daerah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa Selatan yang terletak pada posisi tengah jazirah yang berjarak ± 85 Km dari Kota Manado sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Utara dan merupakan salah satu Daerah yang berada di pesisir selatan pantai pulau Sulawesi bagian Utara dan menghubungkan  arus perdagangan ke Provinsi Maluku, Kabupaten Bolaang Mongondow serta Provinsi Gorontalo. Adapun Ibukota Kabupaten Minahasa Tenggara adalah Ratahan yang secara geografis wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara terletak pada 124°30’24’’BT – 124°56’24’’BT  dan 0°50’46’’LU – 1°08’19’’LU, dengan Luas daratan mencapai 730,62 km2 dan luas lautan ± 4 mil = 306,39 km² dengan panjang garis pantai 102 km2.  Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan.
  2. b.       Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Langowan Kabupaten Minahasa dan Laut Maluku.
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Maluku dan Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ranoyapo dan Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan.

 

 Berdasarkan Administratif Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara yang seiring adanya perkembangan pembangunan dan juga meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak pada semakin meningkatnya kegiatan di bidang pemerintahan, maka Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Peraturan Daerah ( Perda ) nomor 22 Tahun 2009 telah membentuk Kecamatan Baru, sehingga dari sebelumnya ada 6 ( enam ) Kecamatan, maka saat ini telah berkembang menjadi 12 ( dua belas ) Kecamatan, 135 Desa, 9 Kelurahan,

Adapun luas Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara untuk Kecamatan Ratatotok merupakan Kecamatan dengan mempunyai wilayah terluas yang mencapai 10.418 km2 atau sebesar 14 % dari wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara dan untuk Kecamatan Ratahan sebagai Ibukota Kabupaten memiliki luas 6.163 km2 atau sebesar 9 %, sedangkan Kecamatan Tombatu Timur merupakan wilayah yang memiliki luas terkecil, yaitu dengan luas 1.881 km2 atau sebesar 3%.

Kabupaten Minahasa Tenggara yang memiliki wilayah perairan laut yang bervariasi dari landai sampai drop-off dengan kedalaman 2-3 meter dipesisir pantai sampai 1000 meter dan wilayah bergunung-gunung di bagian tengah dengan ketinggian mencapai 1.500-2.000 meter di atas permukaan laut dengan variasi temperatur udara tahunan berkisar suhu antara rata– rata 25º– 27ºC yang beriklim tropis basah (humid tropical climate), dimana menurut hasil studi data sekunder, jumlah hujan dalam musim hujan sangat besar dengan tipe hujan golongan sangat basah, sehingga curah hujan rata-rata setiap tahun berkisar antara rata – rata 3,187 mm/ tahun dengan kecepatan angin rata – rata bulanan 2,26 knot, serta radiasi matahari rata – rata bulanan 20 MJ/m/hari, sehingga meskipun ada musim kemarau sub soil tidak mengalami kekeringan dengan bulan basah musim hujan 9 bulan berturut-turut pada bulan Oktober s/d juni dan bulan kering musim kemarau berkisar 3 bulan berturut-turut pada bulan Juli  s/d September, namun saat ini tidak jarang iklim dan curah hujan mulai lebih cenderung berubah- ubah, hal ini disebabkan dengan adanya dampak Global Warming  (Pemanasan global) yang melanda dunia.

Sebagian besar kondisi topografi dan geomorfologi wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara adalah bergunung-gunung dan berbukit-bukit yang membentang dari Utara ke Selatan yang mempunyai ketinggian tempat yang bervariasi antara wilayah yang paling rendah dan yang sejajar permukaan laut, hingga wilayah tertinggi di puncak gunung dan juga sebagian kecil dataran rendah bergelombang di bagian Selatan dengan posisi dari Daerah pantai sampai ketinggian 1300 meter dpl dan di antaranya terdapat gugusan pegunungan Manimporok dan gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Api Soputan tinggi 1.784 m dpl (5853 feet) terletak di antara perbatasan Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kabupaten Minahasa.

Advertisements

Kondisi Geografis Minahasa Selatan

Minahasa Selatan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis kabupaten Minahasa Selatan terletak antara 0°,47’-1°,24’ Lintang Utara dan 124°,18’-124°45’ Bujur Timur Ibukota Kabupatennya adalah Amurang, berjarak sekitar 64 km dari Manado. Letak geografis kabupaten Minahasa Selatan terletak pada posisi strategis karena berada pada jalur lintas darat trans sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi. Pada pesisir jalur laut bagian utara merupakan

daerah yang strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia serta daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang, barang dan jasa pada kawasan Indonesia tengah dan kawasan timur Indonesia bahkan untuk kawasan Asia Pasifik Batas wilayahnya :

-Sebelah Utara dengan Kabupaten Minahasa;

-Sebelah Timur dengan Kabupaten Minahasa Tenggara;

-Sebelah Selatan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow;

-Sebelah Barat dengan Laut Sulawesi.

Luas Kabupaten Minahasa Selatan adalah 1.484,47 Km2, yang terdiri atas 17 kecamatan dengan jumlah penduduk pada tahun 2011 sekitar 196,000 Orang dengan konsentrasi penduduk terbanyak di Kec Amurangdan Tenga masing-masing (17,184 & 16,200) orang.

Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukit bukit/pegunungan, berpantai dan sebagian kecil dataran bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1.500m dari permukaan laut. Beberapa gunung yang terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan, yaitu gunung Lolombulan (1.780m), gunung Manimporok (1.661m), gunung Tagui (1.550m), gunung Lumedon (1.425m).

Dataran yang terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan terletak di daerah Modoinding (2.350 ha), Tompaso Baru (2.587 ha) Tatapaan

Jumlah hari hujan tertinggi adalah pada bulan januari (sebanyak 29 hari hujan) dengan curah hujan terbesar 866 mm. Menurut data hasil pengukuran, diperoleh angka suhu udara rata-rata minimum bervariasi antara 17 s/d 23 derajat celcius, sedangkan suhu rata- rata maksimum berkisar antara 29 s/d 35 derajat celcius.

Hal ini menunjukkan bahwa di Kota Amurang (Kab. Minahasa Selatan) suhu udara cenderung lebih panas dari kawasan perkotaan lainnya. Tekanan udara rata -rata berkisar antara 1000 s/d 1012 mb.

Kelembaban rata-rata per bulan adalah berkisar antar  50 s/d 90 %. Kecepatan angin rata-rata bulanan berkisar antara 1.0 s/d 9.0 m/s, dengan angka maksimum terjadi pada bulan Agustus (30.00 m/s).

Kondisi Geografis Minahasa Utara

Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di antara 0 derajat 25’ – 1 derajat 59’ Lintang Utara dan 124 derajat 20’ – 125 derajat 59’ Bujur Timur. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, sebelah barat berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Kota Manado, sebelah timur berbatasan dengan Laut Maluku dan Kota Bitung, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Minahasa..

Luas wilayah Kabupaten Minahasa Utara pada saat ini adalah sekitar 1.059.244 km2 dengan garis pantai sepanjang 292,20 km, memiliki pulau sebanyak 46 buah dan 1 pulau terluar yaitu Pulau Mantehage..

Keadaan topografi wilayah sebagian besar merupakan dataran dan perbukitan pada ketinggian di sekitar 0 – 650 meter tinggi dari permukaan laut, kecuali wilayah sekitar pegunungan terutama Gunung Klabat yang mencapai sekitar 1.995 meter tinggi dari permukaan laut.

Karakter topografi hampir sama untuk semua wilayah kecamatan, yaitu dikategorikan datar, landai dan bergelombang. Wilayah dengan kemiringan tanah antara 0 – 3 derajat adalah sekitar 30,49 persen, antara 3 derajat – 15 derajat adalah sekitar 43,42 persen, antara 15 – 45 derajat adalah sekitar 19,66 persen, dan sisanya yaitu kemiringan lebih dari 45 derajat adalah sekitar 6,43 persen.
Kedalaman efektif tanah rata-rata 0 – 3 m, PH tanah rata-rata 6,0 sampai 8,0 dengan tekstur tanah yang bervariasi dari liat (alluvial), liat berpasir (latosol), liat berlempung (meditrean) dan lempung berpasir (regosol).

Tipe iklim di daerah ini adalah type A (iklim basah), dengan musim kemarau pada bulan Mei – Oktober dan iklim hujan pada bulan-bulan November – April. Curah hujan maksimum pada bulan Desember – Maret yang sering dibarengi dengan angin kencang sehingga sering mengakibatkan banjir dan gelombang laut maksimum. Secara umum suhu udara harian rata-rata di Kabupaten Minahasa Utara bervariasi mulai 25,5°C sampai 27,8°C, pada pagi hari suhu udara minimum berkisar antara 20,8°C sampai 22,8°C, sedangkan pada siang hari suhu udara maksimum terkadang mencapai lebih dari 34,6°C. Kondisi semacam ini umumnya berlangsung antara bulan Agustus dan November. Dari gambaran topografi dan iklim ini, menunjukan kondisi daerah di mana sebagian besar wilayah merupakan wilayah yang subur dan potensial untuk dimanfaatkan bagi pengembangan pertanian pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan secara keseluruhan bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan.

Kondisi Geografis Kota Bitung

Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara. Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan. Kota Bitung terletak di timur laut Tanah Minahasa. Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Duasudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh

Kota Bitung terletak pada posisi geografis di antara 1o23’23”-1o35’39″LU dan 125o1’43”-125o18’13″BT dan luas wilayah daratan 304 km2.

Dari aspek topografis, sebagian besar daratan Kota Bitung berombak berbukit 45,06%, bergunung 32,73%, daratan landai 4,18% dan berombak 18,03%. Di bagian timur mulai dari pesisir pantai Aertembaga sampai dengan Tanjung Merah di bagian barat, merupakan daratan yang relatif cukup datar dengan kemiringan 0-150, sehingga secara fisik dapat dikembangkan sebagai wilayah perkotaan, industri, perdagangan dan jasa.

Di bagian utara keadaan topografi semakin bergelombang dan berbukit-bukit yang merupakan kawasan pertanian, perkebunan, hutan lindung, taman margasatwa dan cagar alam. Di bagian selatan terdapat Pulau Lembeh yang keadaan tanahnya pada umumnya kasar ditutupi oleh tanaman kelapa, hortikultura dan palawija. Disamping itu memiliki pesisir pantai yang indah sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi daerah wisata bahari.

Kondisi Geografis Kota Manado

Kota Manado terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40′ – 124°50′ BT dan 1°30′ – 1°40′ LU. Iklim di kota ini adalah iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° – 27° C. Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering di sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari. Intensitas penyinaran matahari rata-rata 53% dan kelembaban nisbi ±84 %.

Luas wilayah daratan adalah 15.726 hektar. Manado juga merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan. Wilayah daratannya didominasi oleh kawasan berbukit dengan sebagian dataran rendah di daerah pantai. Interval ketinggian dataran antara 0-40% dengan puncak tertinggi di gunung Tumpa.

Wilayah perairan Kota Manado meliputi pulau Bunaken, pulau Siladen dan pulau Manado Tua. Pulau Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak setinggi 200 meter. Sedangkan pulau Manado Tua adalah pulau gunung dengan ketinggian ± 750 meter.

Sementara itu perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua. Kedalaman ini menjadi semacam penghalang sehingga sampai saat ini intensitas kerusakan Taman Nasional Bunaken relatif rendah.

Jarak dari Manado ke Tondano adalah 28 km, ke Bitung 45 km dan ke Amurang 58 km.

Data Informasi Bencana Indonesia

Data Informasi Bencana

Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) adalah sebuah aplikasi yang dibangun atas kerjasama BNPB, BAPPENAS, DEPDAGRI, UNDP dan DFID.  DiBi sendiri telah secara resmi diluncurkan penggunaannya oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 29 Juli 2008 yang mana peluncurannya juga dihadiri perwakilan dari UNDP Indonesia, perwakilan organisasi dari negara-negara donor lain (NGO) dan institusi pemerintah terkait lainnya.

Diharapkan DiBi dapat mendukung BNPB dalam hal meningkatkan kemampuan penanggulangan bencana baik di tingkat pusat maupun daerah, mendukung dalam pelaksanaan kegiatan pembuatan laporan kejadian bencana secara tepat dan cepat, serta memberikan informasi yang lengap dan aktual pada semua pihak yang terkait dengan unsur penanggulangan bencana baik di Indonesia maupun negara asing melalui fasilitas global.

Berdasarkan data and informasi dari Provinsi Sulawesi Utara terdapat total 240 data cards, 233 kejadian bencana, 5.196 korban meninggal, 21,601 orang luka luka, 156 orang hilang,   93,260 warga yang menderita, 168,319 warga mengungsi, 3,692 rumah rusak berat, 638 rusak sedang dan 5766 rusak ringan.

Dibi masih perlu disempurnakan dengan update data yang terbaru. Saat ini terdapat 13 Kabupaten/kota yang tercatat di Dibi yang belum termasuk adalah Bolaang Mongondow Selatan dan Bolaang Mongondow Timur. Semoga BNPB dapat pemperbaharui Dibi agar mencatat semua kejadian bencana yang terjadi di semua 15 kabupaten/  kota yang ada di Sulawesi Utara.

Sumber: http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/simple_data.jsp

Data Informasi Bencana Tomohon

Data Informasi Bencana Tomohon

Berdasarkan DIBI di tomohon terjadi 3 kali bencana yaitu 2 Letusan Gunung Lokon tahun 2011 dengan 10 orang mengungsi dan banjir tanah longsor tahun 1996 yang menyakibatkan 2 rumah rusak berat.

Sumber: http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp