Home » Bolaang Mongondow

Category Archives: Bolaang Mongondow

Draft Peta Ancaman Bencana di Kab. Bolaang Mongondow

Data Informasi Bencana Bolaang Mongondow

Data Informasi Bencana Bolmong

Sumber: http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp

Empat Kecamatan di Bolmong Rawan Banjir

BOLMONG – 6 N0vember 2012  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Djouhardi Damapolii minta warga waspada terhadap kemungkinan bencana alam akibat perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir ini. Dia mengatakan ada beberapa titik rawan banjir dan longsor di Bolmong.

“Banjir pernah terjadi di Kecamatan Poigar, Bolaang, Lolak dan Dumoga. Dengan intensitas dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini, kami imbau warga tetap waspada menghadapi segala kemungkinan,” ujar Djouhardi, Selasa (6/11/2012).

Dikatakan, warga diminta untuk tetap tenang menghadapi segala kemungkinan tersebut. Warga bisa menghubungi pihaknya bila terjadi bencana. “Biasanya jalur komunikasinya dari sangadi ke kecamatan kemudian kepada kami. Namun bila bisa dipersingkat, dari warga langsung kepada kami, itu lebih bagus,” kata dia menambahkan.

Djuhardi mengatakan, sejauh ini belum ada laporan terjadinya banjir. Namun hal tersebut bukan berarti melonggarkan kewaspadaan. Apalagi, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Utara berpotensi hujan lebat pada siang, sore dan malam hari dari tanggal 5 sampai 11 November.

“Tak ada seorang pun yang menginginkan bencana terjadi. Namun, kewasapadaan tetap harus ada. Termasuk juga persiapan tanggap daruratnya,” ujar Djuhardi.

Banjir kerap terjadi di beberapa daerah Bolmong. Banjir terakhir menerjang daerah Dumoga pada akhir Agustus lalu. Ratusan rumah dan ratusan hektar sawah yang sebagian sudah siap panen di tiga kecamatan di wilayah Dumoga terendam luapan air dari Sungai Ongkag tersebut.

Bahkan, seorang warga Siniyung, Kecamatan Dumoga, meninggal dunia setelah sempat terseret arus sungai tersebut. Beberapa warga yang rumahnya terendam banjir pun sempat mengungsi ke sanak saudaranya.

Aktivis Linggkungan Hidup Bolaang Mongondow (Bolmong) Erwin Makalunsenge mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa daerah tersebut bukan hanya intensitas dan curah hujan yang tinggi. Kerusakan hutan juga turut mempengaruhi adanya banjir tersebut.

“Beberapa kasus banjir di Dumoga Raya dan Poigar disebabkan oleh pengikisan hutan. Begitu pula bencana lain di wilayah Kecamatan Lolayan. Pemerintah harus tanggap dan melakukan antisipasi terhadap hal seperti ini,” kata Erwin, belum lama ini.

http://manado.tribunnews.com/2012/11/06/empat-kecamatan-di-bolmong-rawan-banjir

BPBD Bolmong Latih Masyarakat Tanggap Bencana

BOLMONG 25 April 2012 –  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmong Djuhardi Damapolii mengaku, pihaknya kini gencar mensosialisasikan penanggulangan dan pengurangan risiko bencana.

“Dengan kegiatan tersebut, masyarakat bisa mengurangi risiko terburuk akibat bencana. Alhasil, korban dapat diminimalkan karena warga sudah tahu apa yang harus dilakukan bila ada bencana,” kata Djuhardi, Rabu (25/4/2012).

Wilayah yang telah disambangi oleh tim dari BPBD Bolmong adalah Poigar pada pekan lalu. Dua pekan ke depan, pihaknya berencana sosialisasi di Dumoga. Rangkaian tersebut akan ditutup dengan sosialisasi ke seluruh pemangku kepentingan, LSM dan masyarakat akhir Mei.

Selain itu, Djuhardi mengaku sudah menurunkan tim juga ke daerah-daerah yang pernah mengalami bencana alam. “Tim tersebut bertugas untuk mencatat dengan detail kerusakan yang terjadi. Mereka juga memberikan kiat kepada masyarakat bilaman terjadi bencana,” tandas dia. (suk)

Bolmong dan Bitung Kecipratan Rp 68 Miliar

Bitung – 20 September 2006, Bantuan dana pascaben-cana alam dari APBN-P 2006 sudah diketuk melalui pari-purna DPR RI. Sulut sendiri mendapat kucuran dana Rp 68 miliar. Pembagiannya, un-tuk Kota Bitung sebesar Rp 8 miliar dan Kabupaten Bol-mong Rp 30 miliar, se-dangkan propinsi sebesar Rp 30 miliar. Jumlah ini sebe-narnya di bawah usulan yang disampaikan Sulut. Pasalnya, Bitung sendiri mengusulkan bantuan dana bencana ke pusat sebesar Rp 11.437.838.124 dan Bol-mong Rp 152.721.290.000 dan Propinsi sebesar Rp 114.670.450.000.

Anggota Komisi XI DPR RI, Olly Dondokambey kepada Komentar di Jakarta kemarin (19/09), membenarkan jum-lah bantuan dana pascaben-cana alam di Sulut sebesar Rp 68 miliar. Olly mengaku, dirinya sudah mengupayakan agar bantuan dana sesuai usulan daerah. “Saat itu saya ngotot agar kucurannya se-suai usulan daerah, tetapi ha-sil verifikasi tim yang ditin-daklanjuti dengan pembaha-san panitia anggaran DPR RI, yang diputuskan jumlah seperti itu,” ungkap wakil rak-yat asal Sulut ini.

Kini, setelah diputuskan dana tersebut, pihaknya sege-ra mendorong pemerintah agar secepatnya mencairkan-nya. “Saya tetap memantau kucuran dana tersebut,” kata Olly. Anggota panitia Angga-ran DPR RI Abdul Hadi Dja-mal menambahkan, kucuran dana itu, sesuai hasil peni-laian tim verifikasi serta kun-jungan lapangan dan rakor inter departemen di kemente-rian kesra, yang kemudian mendapat persetujuan DPR RI.

Ditegaskannya, dana itu su-dah harus sampai di daerah. “Bantuan dana itu sudah diputuskan Dewan melalui APBN-P 2006, dan sekarang tinggal Depkeu mentransfer langsung ke daerah masing masing,” ungkap anggota dari F-PAN DPR RI ini.

Bantuan dana bencana Sulut ini sendiri ikut dibenarkan Kepala Sub Bidang Program dan Anggaran Dinas Pemukiman dan Prasarana Umum Propinsi Sulut Ir Farry Liwe. “Iya, sudah diketuk oleh pemerintah pusat bahwa untuk tahap kedua, Sulut akan mendapatkan kucu-ran dana senilai Rp 68 miliar. Dalam waktu dekat dana ter-sebut akan dicairkan ke Sulut,” ungkapnya.

Dijelaskan Liwe, besarnya dana tersebut akan diperun-tukkan untuk duakabupa-ten/kota yang ada di Sulut yakni Kabupaten Bolmong dan Kota Bitung serta pro-pinsi Rp 30 miliar. Hanya saja dijelaskannya, dana Rp 30 mi-liar melalui propinsi, akan ju-ga disalurkan untuk Bolmong.
“Jadi Bolmong akan dapat Rp 30 miliar bantuan bencana alam, sementara Rp 30 miliar sisanya dipegang oleh Dinas Kimpraswil. Tapi yang dipe-gang oleh dinas tersebut, per-untukannya untuk pemba-ngunan di Bolmong pascater-timpa bencana alam,” tandas Liwe.(imo/zal)

http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2006/sep_20/hl006.html