Home » Minahasa Tenggara

Category Archives: Minahasa Tenggara

Draft Peta Minahasa Tenggara

Advertisements

Kondisi Geografis Minahasa Tenggara

Secara umum Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan wilayah strategis yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara dan merupakan Daerah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa Selatan yang terletak pada posisi tengah jazirah yang berjarak ± 85 Km dari Kota Manado sebagai Ibukota Propinsi Sulawesi Utara dan merupakan salah satu Daerah yang berada di pesisir selatan pantai pulau Sulawesi bagian Utara dan menghubungkan  arus perdagangan ke Provinsi Maluku, Kabupaten Bolaang Mongondow serta Provinsi Gorontalo. Adapun Ibukota Kabupaten Minahasa Tenggara adalah Ratahan yang secara geografis wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara terletak pada 124°30’24’’BT – 124°56’24’’BT  dan 0°50’46’’LU – 1°08’19’’LU, dengan Luas daratan mencapai 730,62 km2 dan luas lautan ± 4 mil = 306,39 km² dengan panjang garis pantai 102 km2.  Adapun batas-batasnya adalah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan.
  2. b.       Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Langowan Kabupaten Minahasa dan Laut Maluku.
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Maluku dan Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ranoyapo dan Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan.

 

 Berdasarkan Administratif Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara yang seiring adanya perkembangan pembangunan dan juga meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak pada semakin meningkatnya kegiatan di bidang pemerintahan, maka Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Peraturan Daerah ( Perda ) nomor 22 Tahun 2009 telah membentuk Kecamatan Baru, sehingga dari sebelumnya ada 6 ( enam ) Kecamatan, maka saat ini telah berkembang menjadi 12 ( dua belas ) Kecamatan, 135 Desa, 9 Kelurahan,

Adapun luas Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara untuk Kecamatan Ratatotok merupakan Kecamatan dengan mempunyai wilayah terluas yang mencapai 10.418 km2 atau sebesar 14 % dari wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara dan untuk Kecamatan Ratahan sebagai Ibukota Kabupaten memiliki luas 6.163 km2 atau sebesar 9 %, sedangkan Kecamatan Tombatu Timur merupakan wilayah yang memiliki luas terkecil, yaitu dengan luas 1.881 km2 atau sebesar 3%.

Kabupaten Minahasa Tenggara yang memiliki wilayah perairan laut yang bervariasi dari landai sampai drop-off dengan kedalaman 2-3 meter dipesisir pantai sampai 1000 meter dan wilayah bergunung-gunung di bagian tengah dengan ketinggian mencapai 1.500-2.000 meter di atas permukaan laut dengan variasi temperatur udara tahunan berkisar suhu antara rata– rata 25º– 27ºC yang beriklim tropis basah (humid tropical climate), dimana menurut hasil studi data sekunder, jumlah hujan dalam musim hujan sangat besar dengan tipe hujan golongan sangat basah, sehingga curah hujan rata-rata setiap tahun berkisar antara rata – rata 3,187 mm/ tahun dengan kecepatan angin rata – rata bulanan 2,26 knot, serta radiasi matahari rata – rata bulanan 20 MJ/m/hari, sehingga meskipun ada musim kemarau sub soil tidak mengalami kekeringan dengan bulan basah musim hujan 9 bulan berturut-turut pada bulan Oktober s/d juni dan bulan kering musim kemarau berkisar 3 bulan berturut-turut pada bulan Juli  s/d September, namun saat ini tidak jarang iklim dan curah hujan mulai lebih cenderung berubah- ubah, hal ini disebabkan dengan adanya dampak Global Warming  (Pemanasan global) yang melanda dunia.

Sebagian besar kondisi topografi dan geomorfologi wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara adalah bergunung-gunung dan berbukit-bukit yang membentang dari Utara ke Selatan yang mempunyai ketinggian tempat yang bervariasi antara wilayah yang paling rendah dan yang sejajar permukaan laut, hingga wilayah tertinggi di puncak gunung dan juga sebagian kecil dataran rendah bergelombang di bagian Selatan dengan posisi dari Daerah pantai sampai ketinggian 1300 meter dpl dan di antaranya terdapat gugusan pegunungan Manimporok dan gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Api Soputan tinggi 1.784 m dpl (5853 feet) terletak di antara perbatasan Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Minahasa Selatan, serta Kabupaten Minahasa.

Data Informasi Bencana Minahasa Tenggara

Data Informasi Bencana Mitra

Sumber: http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp

BPBD Sulut Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana

RATAHAN 5 Desember 2012, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, menggelar kegiatan sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat kepada pejabat dan staf BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Kegiatan yang digelar di Aula Restoran Green Garden, Rabu (5/12) itu, diikuti oleh seluruh pegawai BPBD Mitra serta sejumlah instansi terkait. Bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan sosialisasi itu, Sekretaris BPBD Provinsi Sulut, Ronny Sambuaga MSi. Dalam pemaparannya, Sambuaga menjelaskan prosedur dan strategi pengurangan resiko bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana BPBD Mitra, Erick Manaronsong, ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan mengatakan, kegiatan tersebut adalah program pemerintah provinsi yang dilaksanakan di kabupaten kota di Sulut. Tujuannya tentu untuk penyamaan persepsi tentang penanggulangan bencana. “Kegiatan ini sangat positif dalam rangka penyamaan persepsi, sehingga ketika terjadi bencana, dampak yang timbul, terminimalisir,” ujarnya.

http://manado.tribunnews.com/2012/12/05/bpbd-sulut-sosialisasi-pengurangan-resiko-bencana

Pemkab Minahasa Tenggara Himbau Warga Waspada Bencana

Minahasa Tenggara, 11 Maret 2012  – Hujan deras yang terus melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut) termasuk Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) beberapa hari terakhir ini, menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Mitra.
Bupati Mitra Telly Tjanggulung melalui Kabag Humas Pemkab Mitra Drs Ezra Sengkey meminta agar masyarakat waspada terhadap bahaya bencana yang bisa saja terjadi akibat tinggginya curah hujan beberapa hari terakhir ini.
”Sebagai daerah yang rawan banjir dan longsorkami minta warga tetap waspada dan dapat sedini mungkin mengenali gejala bencana,” ujar Sengkey.
Ia juga mengingatkan pengalaman terjadinya banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu hendaknya menjadi pelajaran masyarakat, sehingga korban jiwa dan materi dapat diminimalisir.
“Semua pasti tidak mau mendapat musibah, Karena itu kita harus belajar dari pengalaman yang terjadi pada tahun sebelumnya, mengingat cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. Karena itu saya tegaskan kembali agar warga mewasapadai bencana yang tidak bisa diprediksi datangnya,” tutupnya. (dav)

http://www.manadotoday.com/pemkab-minahasa-tenggara-himbau-warga-waspada-bencana/60466.html

Gunung Berapi Soputan Meletus Sejak 1785

RATAHAN 3 Juli 2011Letusan Gunung berapi Soputan yang terletak di Kabupaten Tenggara, Sulawesi Utara tercatat mulai dari tahun 1785 hingga 2011.

Letusan itu terjadi pada 1785, 1819, 1833(?), 1845, 1890, 1901, 1906, 1907, 1908-09, 1910, 1911-12, 1913, 1915, 1917, 1923-24, 1947, 1953, 1966-67, 1968, 1970, 1971, 1973, 1982, 1984, 1985, 1989, 1991-96, 2000-03, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

Tipe erupsi dari Soputan adalah ledakan, kubah lava, aliran piroklastik dan aktivitas strombolian.

Soputan punya ketinggian 1.784 meter (5.853 kaki). Koordinat 1.108’N/124.725’E. Jenis stratovolcano. (van/dari berbagai sumber)

http://beritamanado.com/minut-airmadidi/gunung-berapi-soputan-meletus-sejak-1785/42134/