Home » Minahasa Utara

Category Archives: Minahasa Utara

Draft Peta Ancaman Bencana di Kabupaten Minahasa Utara

Advertisements

Kondisi Geografis Minahasa Utara

Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di antara 0 derajat 25’ – 1 derajat 59’ Lintang Utara dan 124 derajat 20’ – 125 derajat 59’ Bujur Timur. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, sebelah barat berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Kota Manado, sebelah timur berbatasan dengan Laut Maluku dan Kota Bitung, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Minahasa..

Luas wilayah Kabupaten Minahasa Utara pada saat ini adalah sekitar 1.059.244 km2 dengan garis pantai sepanjang 292,20 km, memiliki pulau sebanyak 46 buah dan 1 pulau terluar yaitu Pulau Mantehage..

Keadaan topografi wilayah sebagian besar merupakan dataran dan perbukitan pada ketinggian di sekitar 0 – 650 meter tinggi dari permukaan laut, kecuali wilayah sekitar pegunungan terutama Gunung Klabat yang mencapai sekitar 1.995 meter tinggi dari permukaan laut.

Karakter topografi hampir sama untuk semua wilayah kecamatan, yaitu dikategorikan datar, landai dan bergelombang. Wilayah dengan kemiringan tanah antara 0 – 3 derajat adalah sekitar 30,49 persen, antara 3 derajat – 15 derajat adalah sekitar 43,42 persen, antara 15 – 45 derajat adalah sekitar 19,66 persen, dan sisanya yaitu kemiringan lebih dari 45 derajat adalah sekitar 6,43 persen.
Kedalaman efektif tanah rata-rata 0 – 3 m, PH tanah rata-rata 6,0 sampai 8,0 dengan tekstur tanah yang bervariasi dari liat (alluvial), liat berpasir (latosol), liat berlempung (meditrean) dan lempung berpasir (regosol).

Tipe iklim di daerah ini adalah type A (iklim basah), dengan musim kemarau pada bulan Mei – Oktober dan iklim hujan pada bulan-bulan November – April. Curah hujan maksimum pada bulan Desember – Maret yang sering dibarengi dengan angin kencang sehingga sering mengakibatkan banjir dan gelombang laut maksimum. Secara umum suhu udara harian rata-rata di Kabupaten Minahasa Utara bervariasi mulai 25,5°C sampai 27,8°C, pada pagi hari suhu udara minimum berkisar antara 20,8°C sampai 22,8°C, sedangkan pada siang hari suhu udara maksimum terkadang mencapai lebih dari 34,6°C. Kondisi semacam ini umumnya berlangsung antara bulan Agustus dan November. Dari gambaran topografi dan iklim ini, menunjukan kondisi daerah di mana sebagian besar wilayah merupakan wilayah yang subur dan potensial untuk dimanfaatkan bagi pengembangan pertanian pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan secara keseluruhan bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan.

Data Informasi Bencana Minahasa Utara

Data Informasi Bencana Minut

Sumber: http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp

Sulut Sudah Punya Rencana Kontijensi

MANADO , 20 September 2012  –Kepala badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Hoyke Makarawung mengatakan, tiga kabupaten dan kota yaitu Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara telah memikiki rencana kontijensi (renkon) penanganan bencana.

“Renkon yang telah disusun lebih spesifik pada bencana gempa bumi dan tsunami,” kata Makarawung, di Manado, Kamis.

Dia mengatakan, penyusunan renkon ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan “Pacific Partnership” yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara, dan dihadiri peserta pelatihan penanggulangan bencana dari berbagai negara pada pertengahan tahun ini.

“Rencana kontijensi sekarang terus disesuaikan dengan kondisi terkini. Tapi intinya mendapat dukungan penuh dari semua jajaran terkait,” ungkapnya.

Dia mengatakan, disusunnya renkon bencana gempa bumni dan tsunami, karena Sulawesi Utara berada di lempeng aktif yang setiap saat bergeser dan menyebabkan gempa bumi skala kecil hingga kuat.

Gempa yang cukup kuat ini menurut Makarawung harus diantisipasi jangan sampai menimbulkan bencana tsunami dan bisa menghantam permukiman yang berada di pesisir pantai.

Menurut dia, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa, memiliki populasi penduduk yang menetap di wilayah pesisir cukup banyak, dan sangat berpotensi diterjang tsunami ketika terjadi gempa kuat.

“Sebagai contoh, jumlah warga Kota Manado yang bermukim di pesisir pantai diperkirakan 60 ribu jiwa. Mereka sangat rentan ketika terjadi bencana tsunami,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam rekon ini masing-masing pihak seperti SAR, TNI dan Polri, PMI, dinas dinas terkait sudah memiliki standar operasional prosedur penanganan bencana.

“Intinya adalah kesiapan semua pihak pascabencana,” katanya

BPBD Minahasa Utara Tetap Siaga

Minahasa Utara – 2 November 2010, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Utara, tetap siaga mengantisipasi bencana yang setiap saat bisa mengancam warga daerah tersebut.

“Kami tetap siaga setiap saat. Sebab bencana tak pernah diundang dan bisa terjadi kapan saja,” terang Kepala Bidang Penjagaan dan Kesiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minut, Dudy Fatah, Selasa.

Menurut Fatah, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi datangnya bencana tetap dilakukan ditengah banyaknya bencana di tanah air.

“Bencana saat ini sudah merata terjadi di tiap daerah. Banjir, tanah longsor, gunung merapi bahkan tsunami bisa datang kapan saja seiring intensitas gempa yang tinggi,” katanya.

Guna mengantisipasi lebih jauh terhadap setiap bencana yang datang, kata Fatah, pihaknya terus menginventarisir daerah-daerah yang rawan bencana baik dari musibah banjir, tanah longsor maupun tsunami.

“Kami terus mendata daerah-daerah tersebut sambil menghitung berapa jumlah kepala keluarga yang ada di daerah rawan bencana,” tukasnya.

Dengan menginventarisir setiap desa dari 10 kecamatan yang ada di daerah tersebut maka akan diketahui antisipasi macam apa yang akan dilakukan.

Pihaknya selain mendata juga membentuk relawan-relawan yang terlatih dengan pendidikan yang memadai dalam menangani bencana secara dini. Pembentukan relawan ini dipersiapkan di tiap desa dengan lima personil sebagai pelopornya.

“Relawan yang akan dilatih dalam menangani bencana secara dini ini akan dibentuk di tiap desa dan kelurahan. Saat ini baru di Kecamatan Wori yang sudah mulai berjalan,” katanya.

Pelatihan di tiap kecamatan sedang diupayakan Badan Penanggulangan Bencana guna meminimalisir terhadap bencana yang setiap waktu bisa datang.

“Selain pelatihan juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar tetap waspada dalam menghadapi bahaya yang setiap saat mengancam,” tuturnya.
(T.ANT-179A034/P003)

http://www.antaranews.com/berita/1288683584/badan-penanggulangan-bencana-minahasa-utara-tetap-siaga