Home » Minahasa

Category Archives: Minahasa

Draft Peta Ancaman Bencana di Kabupaten Minahasa

Advertisements

Data Informasi Bencana Minahasa

Data Informasi Bencana Minahasa

Sumber: http://dibi.bnpb.go.id/DesInventar/dashboard.jsp

Warga Kena Bencana, Tagana Protes Bantuan Pemprov Sulut ke Posko Partai

Minahasa, 29 Januari 2013 – Bencana banjir dan longsor yang terjadi dibeberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian semua pihak termasuk Taruna Siaga Bencana (Tagana).
 
Tagana yang sudah eksis beberapa tahun ini, dan merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat, terutama generasi muda, rupanya uring-uringan melihat bantuan pemerintah, yakni Dinas Sosial Provinsi yang terlihat salah sasaran. Pasalnya, bantuan itu bukan lewat posko bantuan independen ataupun milik pemerintah, melainkan masuk ke posko partai politik.
 
Pelak saja, anak muda Tagana yang super idialis menolak adanya dualisme bantuan itu, dan terkesan merupakan bantuan partai politik semata.
“Bagaimana bantuan pemerintah lantas masuk ke Posko PDIP seperti yang terjadi di Kecamatan Tombariri. Ini kan lucu, dan kami tidak mau melakukan hal-hal yang berhubungan dengan suatu partai. Jangan ada dompleng partai, dan kami di Tagana murni untuk membantu warga tanpa pamriah, karena persoalan bencana adalah tanggungjawab kemanusiaan, dan tidak dihubungkan dengan partai ataupun pencitraan,” tukas Joegues Manangka dan beberapa anggota Tagana di Tombariri sembari menolak bantuan itu masuk ke posko PDIP di tempat tersebut.
“Kami dari Tagana Sulut tidak mengetahui dengan tindakan yang salah ini. Masa bantuan pemerintah masuk ke posko partai untuk kemudian disalurkan ke masyarakat? Ini kan tidak benar,” sorot salah seorang anggota Tagana Sulut yang enggan namanya dipublikasi.
 
Sebelum meruncing persoalan tersebut, Ketua KSB (Kampung Siaga Bencana) Kecamatan Tombariri, Elvis Runtu langsung menetralisir situasi dan meminta anak-anak Tagana untuk tetap bekerja demi kemanusiaan untuk membantu warga yang tertimpa bencana longsor dan banjir.
 Sementara itu pimpinan Partai PDIP maupun Dinas Sosial Provinsi belum bisa dikonfirmasi mengenai bantuan yang menjadi sorotan Tagana itu. 

 
Informasi lainnya bencana di Kecamatan Tombari itu, yakni di  Sarani terdata bencana banjir- longsor yang melanda pemukiman warga, wilayah Ranowangko banjir- Longsor, Tambala dan Borgo Banjir. Malah banjir yang terjadi dengan kedalaman air 1-2 meter dari permukaan tanah.(csn**)

BPBD Minahasa Terus Sosialisasikan Siaga Bencana

Tondano – 27 November 2012, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa terus melakukan sosialisasi siaga bencana di beberapa tempat. Hal itu dikatakan oleh Kepala BPBD Minahasa Vecky Kaloh kepada beritamanado.com Senin (26/11) kemarin.

“Bencana memang saat ini tidak terjadi, akan tetapi kewajiban pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk terus melakukan sosialisasi. Maksud dari kegiatan sosialisasi yang telah dan seeding dilakukan yaitu untuk memberikan pemahaman kepada warga masyarakat tentang apa yang harus dilakukan jika pada saat yang tidak terduga terjadi bencana,” ungkap Kaloh.

Ditambahkan Kaloh, bahwa pada akhir tahun seperti sekarang ini potensi bencana banjir, angin puting beliung, bisa saja terjadi di tengah-tengah kondisi cuaca ekstrim yang tidak menentu. Selain itu resiko bencana yang setiap saat menghantui masyarakat Minahasa yaitu dampak letusan Gunung Soputan.

“Oleh karena itu tidak ada cara lain untuk meminimalisir dampak setiap bencana alam selain dari kewaspadaan seluruh masyarakat,” tandasnya.(ang)

http://beritamanado.com/minahasa-2/bpbd-minahasa-terus-sosialisasikan-siaga-bencana/142542/

Sulut Sudah Punya Rencana Kontijensi

MANADO , 20 September 2012  –Kepala badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Hoyke Makarawung mengatakan, tiga kabupaten dan kota yaitu Kota Manado, Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara telah memikiki rencana kontijensi (renkon) penanganan bencana.

“Renkon yang telah disusun lebih spesifik pada bencana gempa bumi dan tsunami,” kata Makarawung, di Manado, Kamis.

Dia mengatakan, penyusunan renkon ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan “Pacific Partnership” yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara, dan dihadiri peserta pelatihan penanggulangan bencana dari berbagai negara pada pertengahan tahun ini.

“Rencana kontijensi sekarang terus disesuaikan dengan kondisi terkini. Tapi intinya mendapat dukungan penuh dari semua jajaran terkait,” ungkapnya.

Dia mengatakan, disusunnya renkon bencana gempa bumni dan tsunami, karena Sulawesi Utara berada di lempeng aktif yang setiap saat bergeser dan menyebabkan gempa bumi skala kecil hingga kuat.

Gempa yang cukup kuat ini menurut Makarawung harus diantisipasi jangan sampai menimbulkan bencana tsunami dan bisa menghantam permukiman yang berada di pesisir pantai.

Menurut dia, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa, memiliki populasi penduduk yang menetap di wilayah pesisir cukup banyak, dan sangat berpotensi diterjang tsunami ketika terjadi gempa kuat.

“Sebagai contoh, jumlah warga Kota Manado yang bermukim di pesisir pantai diperkirakan 60 ribu jiwa. Mereka sangat rentan ketika terjadi bencana tsunami,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam rekon ini masing-masing pihak seperti SAR, TNI dan Polri, PMI, dinas dinas terkait sudah memiliki standar operasional prosedur penanganan bencana.

“Intinya adalah kesiapan semua pihak pascabencana,” katanya

Gempa di Tondano

Tondano 14 Mei 1932 , bencana terparah terjadi di Kakas, 6 oirang meninggal, 115 orang terluka luka dan 592 rumah roboh. Bencana terjadi juga di Langowan, POso, Tondano, Waluyama, Rembokan, Koya dan Lekupang. Retakan pada pasir pantai antara Amurang-Tompoan.

Gempa dan Tsunami di Tondano

Tondano 18 Desember 1858, Gempa dan Tsunami 15 rumah rusak dan atapnya jatuh. Terjadi tsuanmi di ternate, tidore, halmahera, talaud dan banggai. Skala MMI VII