Home » Gunung Api

Gunung Api

Pengantar

Sulawesi Utara dalam posisi geografisnya termasuk kedalam bagian ujung utara di sabuk gunung api dunia yang dikenal sebagai Ring of Fire. Di antara jumlah total 19 gunung api yang ada di pulau sulawesi, 9 merupakan gunung api yang terletak di Sulawesi Utara dan semuanya termasuk dengan klasifikasi gunung api Type A, yaitu pernah meletus sejak 1600, sedangkan yang lainnya mungkin pernah meletus sebelum tahun 1600 (Type B) atau hanya berupa manifestasi solfatara- furmarola (Type C).

Sumber: Data Bencana Indonesian Tahun 2009, Hal : 126-127

9 Gunung Api di Sulawesi Utara

Sebagian besar kondisi topografi Propinsi Sulawesi Utara dikelilingi oleh daerah pegunungan yang berjumlah sekitar 65 gunung. Propinsi Sulawesi Utara memiliki 9 gunung api aktif, yaitu :

  1. Gunung Awu (1320m dpl) ber ada di bagian utara Pulau Sangihe
  2. Gunung Karengetang (1820m dpl) berada di bagian utara Pulau Siau.
  3. Gunung Ruang (714m dpl) di Pulau Taguladang
  4. Gunung Submarin Banuwuhu (400m dari dasar laut)
  5. Gunung Soputan (1784m dpl) terletak di perbatasan kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa dan Minahasa tenggara
  6. Gunung Lokon (1579m dpl) terletak di perbatasan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa
  7. Gunung Mahawu (1331 m dpl) terletak di perbatasan Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa
  8. Gunung Ambang (1680m dpl) di perbatasan Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur dan Minahasa Selatan
  9. Gunung Tangkoko (1149m dpl) di kota Bitung

Dari sembilan gunung api yang terdapat di wilayah Sulawesi utara, ada berapa gunung api yang perlu di waspadi terumata luasan daerah yang terkena dampak letusan tersebut.

Sumber: Rencana Penanggulangan Bencana Sulawesi Utara 2012-2016, Hal 10-11

Tingkatan Status Gunung Api

Terdapat 4 tingkatan status kegiatan gunung api. Tingkatan kegiatan gunung ini mencerminkan potensi ancaman erupsi yang disunung agar dapat memberikan peringatan dini kepada masyarkat disekitarnya. Tingkat kegiatan tersebut dibagi dalam:

Normal (Level 1)

Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental dapat termati fluktuasi tetapi tidak memperlihatkan peningkatan kegiatan berdasarkan karakteristik masing masing gunung api. Ancaman bahaya berupa gas gas berarun dapat terjadi di Pusat erupsi berdasarkan karakteristik masing masing guungapi.

Waspada (Level II)

Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental mulai teramati atau terekam gejala peningkatan kegiatan gunungapi. Pada beberapa gunung api dapat terjadi erupsi tetapi hanya menimbulkan ancaman bahaya di sekitar pusat erupsi berdasarkan karakteristik masing masing gunung api.

Siaga (Level III)

berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instumental teramati peningkatan kegiatan yang semakin nyata atau udapat berupa erupsi yang mengancam daerah sekitar Pusat erupsi tetapi tidak mengancam pemukiman di sekitar gunung api berdasarkan karakteristik masing masing gunung api.

Awas (Level IV)

Berdasarkan hasil pengamatan secara visual dan/atau instrumental teramati peningkatan kegiatan yang semakin nyata datau dpat berupa erupsi yang mengancam pemukiman di sekitar gunungapi berdasarkan karakteristik masing masing gunung api.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: